Kesehatan gigi dan mulut, merupakan salah satu hal penting bagi pertumbuhan anak. Terlebih lagi untuk Anak Berkebutuhan Khusus merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut, karena memiliki kekurangan dan keterbatasan kognitif maupun motorik untuk melakukan pembersihan gigi sendiri yang optimal. Anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan otak seperi autisme, down syndrome dan celebral palsy. Kondisi kesehatan gigi dan mulut yang bersih dan sehat sangat penting untuk menunjang kesehatan anak-anak tersebut.
Pada tanggal 24 Agustus 2018 lalu, dilakukan Pemeriksaan dan Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi @rsgmyarsi (Sosial Media Instagram) yang dihadiri oleh Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Multi Intelligence Transforming School (MIT). Tujuan dilakukannya acara ini adalah sebagai wujud bahwa Kesehatan Gigi dan Mulut itu penting bagi Orangtua yang mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus.

Rangkaian acara dimulai dengan bernyanyi dan menari agar anak-anak dapat nyaman di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi dan rileks sebelum tindakan Pemeriksaan dimulai. Setelah itu dilanjutkan dengan Hospital Tour dan pengenalan mengenai alat-alat kedokteran gigi.

Pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut dilakukan oleh dokter gigi Spesialis Anak yaitu drg. Muhamad Zakki, Sp.KGA dan drg. Prastiwi Setianingtyas, Sp.KGA.

Pemeriksaan gigi dan mulut di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi tanpa rasa sakit dan cemas yaitu, Indonesia Painless Dental Care Center (IPDCC) merupakan inovasi medis perawatan gigi dan mulut dengan penggunaan sedasi untuk mendapatkan kenyamanan yang optimal. Perawatan gigi dan mulut pada anak biasanya sulit dilakukan, apalagi dengan Anak Berkebutuhan Khusus, yang sulit untuk kooperatif. Di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Yarsi pemeriksaan prosedurnya dengan cara sedasi agar pasien anak nyaman dan tidak mengalami trauma.
Apa itu sedasi ??
Sedasi diberikan oleh dokter Spesialis Anestesi agar pasien merasa rileks dan mengantuk selama pengerjaan berlangsung. Selama pengerjaan, pasien masih dapat berkomunikasi dan merespon setiap instruksi. Penggunaan sedasi dalam perawatan gigi ini aman digunakan untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Sedasi adalah jenis bius, dengan 3 kategori ringan, sedang, dan total. Sedasi diberikan dalam berbagai bentuk sediaan dengan intravena, inhalasi, dan oral. Untuk sedasi inhalasi ada berbagai varian wangi, antara lain buah-buahan, buble gum dan vanilla. Alat sedasi yang digunakan berupa sungkup yang dipasangkan dihidung. Pasien akan merasakan rileks saat sedasi sudah bekerja dan pasien masih dapat berkomunikasi walaupun dibawah alam sadar.
Kesimpulan dari acara ini untuk meningkatkan kesadaran kesehatan gigi dan mulut bagi Orang yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Oleh karena itu, para Orangtua sebaiknya mempersiapkan anak untuk melakukan kunjungan ke dokter gigi secara berkala dan tidak menunda-nunda perawatan agar pengalaman ke dokter gigi menjadi hal yang positif dan menyenangkan.

 

 

Jenis lesi oral

Rongga mulut dilapisi dengan epitel stratified skuamosa diatas jaringan mesenkim. Neoplasma jinak dan ganas dapat berasal dari setiap jaringan tersebut. Lesi yang berasal dari epitel biasanya berupa lesi putih atau merah. Hiperplasia epitel dan akumulasi keratin akan menunjukkan lesi putih, sedangkan epitel atrofi memungkinkan visualisasi yang lebih besar dari pembuluh darah yang mendasari, yang mengarah ke penampilan dengan warna kemerahan. Integritas epitel dapat terganggu (proses yang dikenal sebagai ulkus), dan proliferasi jaringan yang dihasilkan mungkin menjadi banyak, memproduksi papiler atau konfigurasi verruciform.

Biopsi dari lesi epitel harus menyertakan seluruh ketebalan epitel dengan beberapa jaringan ikat untuk memungkinkan pemeriksaan karsinoma invasif tetapi juga untuk memberikan dukungan fisik pada spesimen. Tidak ada kriteria ukuran yang pasti, tetapi pengambilan sampel jaringan yang kecil menghambat pengolahan dan interpretasi dari spesimen. Untuk plak yang tipis, pengambilan sampel yang mendalam beberapa millimeter biasanya akan cukup, dan tidak perlu untuk memperpanjang jauh ke dalam jaringan ikat atau otot. Namun, sampel lebih mendalam akan diperlukan jika ada banyak penebalan epitel karena hiperplasia epitel, pemanjangan rete ridges atau akumulasi keratin, yang mungkin terjadi pada karsinoma verrucous atau hiperplasia verrucous.

Lesi yang berasal dari mesenkim akan timbul di bawah epitel dan muncul sebagai pembengkakan berbentuk kubah. Diatas epitel sering tetap utuh, tetapi warna yang mencerminkan isi dari lesi: merah-ungu jika pembuluh darah, biru jika musinosa atau kuning jika adiposa, limfoid atau saraf. Perwakilan sampel biopsi harus dari kedalaman yang cukup, tetapi kedalaman yang tepat bervariasi dari satu lesi ke lain, tergantung pada ketebalan dan lokasi dari massa.

  

  1. lesi putih tebal, leukoplakia homogen yang memengaruhi mukosa bukal posterior
  2. Benign salivary gland neoplasm (Adenoma pleomorfik) menunjukkan bentuk kubah pada submukosa palata dengan permukaan pembengkakan mukosa merah muda.
  3. erythroleukoplakia ulseratif asimtomatik difus yang memengaruhi lateral kanan lidah.

Teknik biopsi

      Biopsi insisi

Biopsi insisi dilakukan dengan pengambilan sebagian sampel jaringan pada target lesi dan bagian dari jaringan sehat (jika lesi ekstensif) untuk tujuan diagnostik. Akurasinya relatif, karena pada dasarnya tidak memungkinkan untuk melakukan pengambilan pada semua lesi. Jika dokter tidak dapat menentukan dengan pasti lokasi yang tepat untuk menentukan pengambilan sampel biopsi, rujukan ke spesialis dibutuhkan. Klinisi harus menentukan sampel jaringan dengan kondisi yang paling parah dan telah terpengaruh. Dalam teknik biopsi insisi, jaringan yang diambil sekitar 3-4 mm dan dalam, sehingga bagian membran dasar dan jaringan ikat dapat terambil. Sampel juga harus mencakup sampai ke jaringan yang sehat sehingga dapat digunakan sebagai kriteria perbandingan lesi. Pengambilan beberapa sampel biopsi mungkin diperlukan jika terdapat lesi yang luas atau menunjukkan berbagai kondisi klinis.

Teknik yang digunakan untuk biopsi insisi biasanya mudah dan diilustrasikan step by step. Sayatan berbentuk elips, dengan rasio panjang – lebar 3: 1, dengan scalpel ukuran 15. Bentuk elips memfasilitasi penutupan primer. Sayatan inferior dibuat pertama, sehingga perdarahan tidak menghalangi sayatan selanjutnya. Ujung anterior elips diangkat dengan pinset jaringan, dan dasar terputus.

KESIMPULAN

Biopsi adalah metode paling sederhana untuk mendiagnosa lesi dengan penyebab yang tidak diketahui. Demi kepentingan terbaik dari pasien dalam diagnosis yang cepat dan akurat untuk meminimalkan penundaan perawatan lebih lanjut atau manajemen yang diperlukan. Sebagai dokter gigi melakukan pemeriksaan intra dan ekstraoral, dokter gigi harus menyadari prosedur biopsi dan memiliki kepercayaan diri untuk membuat rujukan ketika diperlukan. Karena deteksi dini keganasan mulut dapat secara signifikan meningkatkan peluang hidup untuk pasien, tanggung jawab berada pada dokter gigi dan dokter gigi menjadi berpengetahuan dan proaktif, menggabungkan pemeriksaan intra dan ekstraoral sebagai bagian dari perawatan gigi rutin.

For emergency cases        021-29287264, 0811-1687-264

× WhatsApp live chat